Sisi lain

Aku masih setakut yang dulu, yang merapatkan gigi menahan peluh, diam dengan kerumitan fikiranku sendiri. Walau sangkaku ini hanya tentang aku namun tak ingin ego menguasaiku.

Aku ingin mencoba mengerti tapi ada satu sisi didalam jiwa yang menolaknya.

Aku hanya tak ingin ditertawakan oleh setan yang akan bahagia jika aku harus mengeluh karna sudah lelah atau dikemudian hari mungkin saja aku menyerah. Tidak. Tidak mungkin.

Aku masih ingat kemarin-kemarin saat memberontak tak sanggup dan aku masih sampai pada hari ini dimana senyuman masih merekah di bibirku. Saat Tuhan masih melihatkan cahaya untuk menerangi sisi gelap ini. Iya. Ada Tuhan.

Advertisements

2 thoughts on “Sisi lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s